Masa remaja merupakan masa peralihan antara masa kanak-kanak menuju alam
dewasa yang mandiri. Kadang dapat disebut anak tetapi kadang harus
dianggap sebagai orang tua. Masa remaja, oleh karenanya, sesuai dengan
perkembangan hormonalnya serta perkembangan psikologinya, merupakan masa
transisi, masa pancaroba yang penuh gejolak, lni adalah kenyataan
berdasarkan penelitian kedokteran maupun psikologik.
Pada usia
remaja, organ tubuh mulai tumbuh dan berfungsi sebagaimana
pembentukannya, termasuk organ genetalia. Organ gelletalia sebagai organ
reproduksi, mempunyai fungsi sangat penting karena dari fungsi tersebut
dapat mempertahankan diri dari kepunahan. Melalui proses reproduksi,
kita dapat melihat suatu peristiwa yang sangat mengagumkan mulai dari
keadaan umum suami istri, saat pembuahan, masa kehamilan dan dan
akhirnya mengalami titik kulminasi berupa persalinan.
Kalau
seorang meningkat remaja, dan mereka ada aktivitas sex, itu wajar saja
sebab itu merupakan konsekuensi dari perkembangan fisiknya yang memang
menurut mereka untuk begitu. Terlepas dari masalah moral, apalagi kaidah
agama harus tetap ada untuk mengatur kehidupan manusia. Oleh karenanya,
aturan main dalam menjalani aktivitas Sex remaja niemang perlu, dan
justru dari sinilah harus dicari titik temu antara dorongan biologic
dengan batasan moral. Perlu upaya lebih kuat untuk bisa saling menahan
dorongan sexual. Bila sedang berdekatan, kendalikan diri bila timbul
keinginana untuk bermestraan lebih jauh.
Hindari menyentuh bagian
tubuh yang mudah terangsang seperti: alat kelamin, paha, paha sebelah
dalam, bokong, payudara, leher, mulut, karena daerah tersebut mengandung
syaraf-syaraf yang sangat peka sehingga jika disentuh dapat mendorong
timbunya mafsu sexual dan melemahkan pengendalian diri.
Alasan remaja menunda hubungan sexual sebelum nikah:· Takut hamil, takut terkena PMS dan HIV/AIDS.
· Harapan keluarga (orang tua dapat mengijinkan HUS)
· Takut pada kekerasan (kemungkinana adanya paksaan dalam melakukan hubungan sexual)
· Pertemanan (memberi waktu lebih banyak untuk saling mengenla)
· Nilai-nilai agama dan takut berdosa (nilai-nilai yang melarang hubungan sexual mebelum menikah)
· Belum siap (terlalu muda atau memang belum siap bertanggung jawab sepenuhnya)
· Tunggu sampai menikah (kurang percaya dengan pacar atau belum menikah dengan pacar)
· Takut kehilangan keperawanan
Cara-cara efektif menunda hubungan seksual sebelum menikah· Jangan terjebak pada rayuan gombal
· Hindari berpergian dengan orang yang tidak dikenal
· Hindari dating kekamar lawan jenis sendirian tanpa orang lain
· Jangan guankan obat-obatan atau alcohol agar tidak dapat terjebak situasi yang menekan
· Bersikap tegas misalnya tidak bergaya seksi
· Ikuti kegiatan yang positif
· Bersikap terbuka sejak awal hubungan, Katakan kalau kamu tidak inginkan hubungan sex
· Gunakan cara lain untuk menunjukan rasa sayangmu tanpa melakukan hubungan sex
· Mendekatkan diri kepada Tuhan untuk memperbanyak belajar agama.
Kehamilan
yang tidak diinginkan pada remaja dapat memicu terjadinya pengguguran
kandungan atau aborsi. Secara psikologi pada saat seseorang mengalami
kehamilan diluar nikah maka dia akan cenderung mengambil jalam pintas
yang terkesan lebih mudah seperti menggugurkan kandungan atau aborsi.
Secara medis, aborsi adalah berakhirnya mencapai usia 20b minggu, dimana
janin belumdapat hodup diluar kandungan. Tindakan aborsi mengandung
resiko yang cukup tinggi apabila dilakukan tidak sesuai standar profesi
medis. Misalnya dengan cara
1. Penggunaan ramuan dengan jamu peluntur rahim, memkan nanas muda dicampur lada atau merica.
2. Manipulasi fisik seperti dengan pjatan atau loncat-loncat
3. Menggunakan alat Bantu tradisionil yang tidak steril misalnya daun sirih yang dapat mengakibatkan infeksi pada rahim