Pubertas sebagai masa paling berpengaruh pada pertumbuhan fisik dan
psikhis anak, akan memiliki dampak serius pada tingkah laku anak. Mereka
terkadang mengalami kebingungan sekaligus kebahagiaan yang berlebihan.
Pengaruh masa pubertas terhadap tingkah laku anak dapat diperinci
sebagai berikut:
1. Keinginan untuk menyendiriAnak
yang dalam masa pubertas cenderung mengasingkan diri dari lingkungannya
manakala ada masalah baik dalam pergaulannya atau merasa ada hal yang
kurang cocok dengan dirinya (minder).
2. Keengganan untuk bekerjaKetika
lingkungan sekitarnya (keluarga dan masyarakat) menganggap anak
pubertas sebagai orang dewasa, maka mereka memperlakukannya sebagaimana
remaja yang harus bekerja. Situasi seperti ini nampaknya menjadi masalah
bagi anak pubertas, karena sebelumnya tidak terbiasa bekerja serius.
Akibatnya manakala disodorkan pekerjaan, tak jarang mereka menolak
sekalipun mau biasanya cepat lelah. Hal itu disebabkan pada masa
kanak-kanak mereka terbiasa dengan bermain-main dan ketika disodorkan
pekerjaan, maka pekerjaan ini baginya adalah hal baru.
3. Merasa bosanAnak
pada masa pubertas merasa bosan dengan permainan-permainan yang dulu
disenanginya, dengan pekerjaan sekolahnya dan berbagai keaktifan sosial
lainnya. Hal ini disebabkan perubahan fisik yang tidak diimbangi dengan
latihan fisik.
4. Bersikap tidak tenangPerubahan
yang cepat pada masa pubertas biasanya menyebabkan perilaku salah
tingkah dan cenderung terburu-buru. Anak-anak pubertas tidak bisa duduk
atau berdiri dalam posisi yang sama dalam waktu lama. Hal ini disebabkan
emosi yang meluap-luap sehingga fisik pun ikut merasakan agresivitas
mentalnya.
5. Antagonisme sosialMasa pubertas
sebagai masa pencarian jati diri, memiliki dampak jelas pada perilaku
anak yaitu penentangan terhadap norma, perilaku atau ajakan orang lain
yang tidak disenanginya.
6. Antagonisme seksAnak
yang mengalami masa pubertas biasanya juga menunjukkan keagresifan
dalam masalah pergaulan dengan lawan jenis. Jika ia suka, maka
terang-terangan menyukainya dan jika benci biasanya tanpa pertimbangan
lain pasti membencinya. Sehingga masa ini bisa dikatakan masa suka sama
suka dengan pertimbangan emosi belaka.
7. EmosionalitasAnak
pada masa pubertas seringkali marah-marah dan merasa sedih yang
disebabkan hal-hal yang kecil. Hal ini adalah ciri yang paling khas pada
anak pubertas.
8. Kurang percaya diriKurang
percaya diri (yang dalam istilah anak puber kurang pe de), sering mereka
alami dan ini juga terjadi hanya karena masalah sepele bahkan mungkin
tidak ada sebab. Hanya karena satu jerawat saja umpamanya, mereka
seolah-olah memiliki masalah besar yang akibatnya krisis percaya diri
tadi.
9. Mengalami rasa malu yang berlebihanDalam
keadaan tertentu anak pubertas biasanya memperlihatkan rasa malu yang
berlebihan, umpamanya dalam pemeriksaan dokter atau saat ganti pakaian
sehabis olahraga.
10. Senang melamunMasa
pubertas disebut juga masa penciptaan berbagai imajinasi yang teramat
muluk, ingin ini dan itu. Keinginan seperti ini seringkali mereka
ekspresikan dalam lamunan. Kadang tersenyum atau tertawa sendiri.
Seiring
dengan perkembangan mentalnya, lama kelamaan sikap di atas
perlahan-lahan hilang dan mulai bersikap dan berpikir realistik
menjelang usia remaja dan usia dewasa.
Title : 10 Ciri-Ciri Perilaku Anak Puber
Description : Pubertas sebagai masa paling berpengaruh pada pertumbuhan fisik dan psikhis anak, akan memiliki dampak serius pada tingkah laku anak. Mer...